Categories
Uncategorized

3 Jenis Nanas Unggulan Indonesia

Nanas merupakan salah satu produk buah unggulan Indonesia yang digemari oleh penduduk lokal dan mancanegara karena rasanya yang asam manis yang khas. Dulu nanas hanya digunakan sebagai tanaman pekarangan di setiap rumah, namun nanas sudah ditanam sejak jaman Belanda.

Menurut Kardi Gembos, mantan peneliti di laboratorium tersebut. Teknologi Pasca Panen, Balai Penelitian Hortikultura Lembang, Nanas di Indonesia dikategorikan menjadi dua kelompok utama berdasarkan duri daun, yaitu duri dan duri tanpa.

3 Jenis Nanas Unggulan Indonesia

Nanas, yang daunnya tidak berduri, termasuk dalam varietas cabai rawit. Sedangkan Queen dan Spanish mewakili kelompok nanas dengan daun berduri. Ratu dibagi menjadi dua bagian yaitu daun tipis dan tebal. Sedangkan nanas Spanyol memiliki buah berbentuk kerucut dan silinder.

Cabai rawit. Daun nanas tidak berduri. Rasanya manis dan asam. Diameter buah 11-16 cm dengan berat 1,8-2,3 kg. Bahkan ada yang mencapai 5-7 kg, yang dikenal dengan Walungka atau Sarawak. Kadar airnya cukup tinggi dan daging buahnya (hati) relatif kecil. ‘Mata’ itu juga tidak dalam.

Karena ukuran dan rasanya, mereka paling baik dikalengkan. Selain kelebihan tersebut, ada juga kekurangannya. Perubahan warna kulit agak lambat, sehingga terkadang buah sudah matang tetapi kulitnya masih berwarna hijau.

Varietas cabai rawit dikenal dengan nama berbeda di beberapa daerah di Indonesia. Seperti cayennelis (Palembang dan Salatiga). Senang menunggu (Bukit Tinggi), Sarawak (Tanjung Pinang dan Pacitan), Bogor (Pontianak, Probolinggo dan Purbalingga) dan Paung (Palangkaraya).

Namun hanya cabai rawit yang tumbuh begitu baik di Subang sehingga istilah nanas rawit identik dengan nanas rawit. (Baca Juga, Budidaya Nanas Subang!)

Ratu. Nanas menjadi primadona untuk disajikan sebagai buah meja. Darimana. Rasanya manis, harum, dan memiliki warna kulit yang menarik, kuning cerah dan kemerahan. Bobotnya kira-kira 1 kg. Bentuk buahnya cenderung lonjong. Daging buahnya cukup lunak untuk bisa dimakan. Sisi negatifnya adalah buahnya kecil dan matanya cukup dalam, sehingga banyak ampas yang terbuang dalam pengupasan.

Varietas ratu yang paling terkenal adalah nanas dari Bogor (Gati, kapas dan Kiara), nanas Palembang dan batu dari Kediri. Daerah lain di mana varietas ini ditemukan adalah: Pontianak (nanas Cina), Palangkaraya (nanas Betawi), Purwokerto (nanas batu), Kediri (nanas Bali / Jawa), Jember (Monserat dan Bali), Bondowoso (Kidang dan Uling) , Sumenep (Durian) dan Salatiga (nanas Bogor).

Orang Spanyol. Meski manis saat matang dan memiliki aroma menyengat yang sedap, varietas ini kurang populer karena berserat. Ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kertas dan tekstil. Serat nanas yang diekstrak dari daunnya digunakan untuk membuat uang kertas dolar AS. Buahnya memiliki berat 0,9-1,8 kg, sehingga antara Cayenne dan Queen diameternya 9-13 cm. ‘

Matanya cukup dalam sehingga sebagian besar ampasnya terbuang percuma. Daunnya berduri, sedangkan kulit buahnya kasar dan kuat, sehingga buah tidak mudah rusak dalam perjalanan. Jenis ini banyak digunakan sebagai tanaman hias, karena warna buahnya sangat menarik berkat kandungan antosianin, merah dan jingga.

Varietas yang terkenal tersebut adalah nanas merah dan hijau (Bondowoso), merah dan hijau (Purwokerto). Nanas ini juga ditemukan di Bukit Tinggi (disebut Gadut), Bali (madu dan kebo), Pontianak (Towon, biasa, barak, tembaga dan emas), Palangkaraya (bubur), Sukamere (desa), Bangkalan (Maduh, Ragunan). Kerbau), Kediri (Jawa) Bondowoso (kuning), Sumenep (Lomot), Kendal (sukun dan Kaliwungu).

Semua nanas di atas dikoleksi oleh Herbagijandono dari kebunnya di Jalan Cagak, Subang. Padahal masih banyak varietas lain yang ada di Indonesia, seperti nanas berabai (Lombok), nanas nanas, nanas mandalung, nanas klacen, nanas jepang, nanas tembaga, nanas konde, klayatan. -Nanas dan minyak nanas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *